[sg_popup id="7"]
LOADING

Type to search

News Photography

Tips dan Trick Memotret Gerhana Matahari Total

Content Writer 04/03/2016
Share

1249220gerhana-matahari-total-atlantik780x390

Indonesia akan menjadi satu-satunya negara yang akan dilalui Gerhana Matahari Total (GMT) pada 9 Maret 2016 nanti. Momentum langka ini tentu akan menjadi daya tarik yang luar biasa bagi para jurufoto segala level, mulai dari yang profesinal hingga yang iseng-iseng saja, bahkan yang hobby selfie dengan object wajah dan gerhana sebagai background.

Untuk memotret gerhana matahari ternyata bukan perkara mudah, perlu trik khusus yang harus dikuasai terlebih dahulu. Apalagi moment langka ini hanya berlangsung beberapa menit, jika sampai terlewat harus menunggu sampai tahun 2023, dimana prediksinya akan terjadi gerhana matahari lagi. Maka persiapkan diri sebaik-baiknya.

Ada beberapa tips dan trik memotret gerhana matahari yang dibagikan oleh Jurufoto profesional yang pernah memotret gerhana matahari total di Chongqing, Cina pada 2009. Mereka adalah Edwin Djuanda, Hartono Alim, dan Agatha Bunanta. Tentu saja semua tips dan trik ini dibagikan berdasarkan pengalaman fotografer sendiri.

Menurut mereka untuk mendapatkan foto GMT yang baik, kita harus melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Pelajari tanggal, jam, dan lokasi pasti kejadian gerhana matahari. Kita bisa mendapatkan hasil terbaik jika kita memotret dari tempat yang merupakan pusat GMT, karena disitulah titik terlama terjadinya gerhana.

Jalur GMT akan terjadi di 10 provinsi di Indonesia, dimulai dari Palembang (Sumatera Selatan), Bangka Belitung, Sampit (Kalimantan Tengah), Balikpapan (Kalimantan Timur, Palu, Poso, Luwuk (Sulawesi tengah), Ternate, dan Halmahera (Maluku Utara). Proses gerhana akan akan dimulai sejak pagi. Pilihan lokasi pemotretan harus benar-benar teliti dan juga terus memantau lokasi dari berbagai sumber, dan jangan lupa selalu chek perkiraan cuaca di daerah yang akan kita pilih.

2. Kita juga harus tahu persis waktu dan perkiraan durasi GMT. Proses GMT pada tiap daerah punya durasi yang berbeda-beda. Di Bangka Belitung akan dimulai pukul 06.20 WIB dan berakhir pada 08.33, dengan durasi gerhana total hanya 2 menit 8 detik.

Perhatikan foto kolase GMT dibawah. Kontak pertama adalah yang paling kiri alias saat matahari mulai “disentuh” bulan. Kontak kedua dan ketiga adalah yang di tengah, dengan kata lain bentuk fotonya sama, hanya prinsipnya yang berbeda.

Photo: Agatha Bunanta

Photo: Agatha Bunanta

Kontak kedua adalah saat matahari mulai tertutup total, sedangkan kontak ketiga adalah saat matahari menjelang akan terbuka lagi. Kontak keempat adalah yang paling kanan alis matahari sudah terbuka penuh.

3. Peralatan utama yang dibutuhkan adalah camera dan lensa dengan rentang sekitar 400 sampai 600 mm serta sebuah tripod. Kalau lensa tersebut sulit didapatkan, bisa memakai tambahan tele converter, namun dengan resiko penurunan kualitas gambar.

Yang tak kalah penting adalah filter ND tingkat tinggi seperti ND 400, untuk memotret matahari saat terbuka. Sinar Matahari bisa merusak sensor kamera jika durasi pemotretan kita terlalu lama. Maka, saat memotret pasanglah tutup lensa.

Harus diingat bahwa saat matahari masih terbuka, sinar yang datang ke kamera kita sangat kuat. Maka diperlukan filter ND 400 untuk “menjinakkan” sinar itu. Saat belum terjadi kontak kedua, ISO yang kita pakai selain serendah mungkin, juga diperlukan filter ND 400.
Sementara saat antara kontak kedua dan kontak ketiga, filter ND harus segera dilepas, kemudian ganti ISO ke ISO yang tinggi, misalnya ISO 800. Diperlukan ketenangan diri saat memotret. Durasi gerhana yang singkat, dengan pengubahan-pengubahan parameter yang cepat (copot filter, ganti ISO).

4. Metering yang tepat dalam sekali pengukuran sulit sekali dilakukan. Maka Saat kontak kedua belum terjadi, dengan filter ND terpasang sebaiknya lakukan tes pencahayaan dengan cepat sebelum melakukan pemotretan final.

Itu tadi tips dan trick sederhana yang bisa kita gunakan untuk memotret gerhana matahari total tanggal 9 Maret nanti. Di Indonesia Momen Langka ini hanya terjadi 10 kali dalam 115 tahun terakhir. Dan prediksinya akan terjadi lagi pada tahun 2023.

Segera siapkan peralatan, dan pilih provinsi yang akan kamu jadikan tujuan untuk memotret. Untuk yang belum punya kamera, segera cari camera dan peralatannya yang cocok di kliknklik, jangan sampai ketinggalan moment langka ini.

Sumber: http://sains.kompas.com/

Tags:

You Might also Like

2 Comments

  1. roezd9 13/02/2019

    artikel yang sangat bermanfaat
    trimakasih admin & salam kenal

    Reply
    1. Vito Silalahi 13/02/2019

      Ini yang dicari oleh orang-orang harga kamera ciamik yang bisa dicoba. Salam kenal juga dari admin

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

70 − = 66