[sg_popup id="7"]
LOADING

Type to search

News Geek Corner Techno Addict

Google Masih Belum Menyerah Untuk Google+

Content Writer 01/02/2017
Share

Google+

“For the past few years, we’ve been doing a lot of listening on the Google+ team, and we’ve learned a lot.” Danielle Buckley, Product Manager Google+

Pengguna media sosial mungkin sudah lama menyerah menggunakan platform Google+, tapi Google menolak untuk menyerah. Google masih terus melakukan modifikasi dan perbaikan untuk media sosial miliknya tersebut.

Melalui sebuah tulisan blog Google pada 17 Januari lalu, Product Manager Google+, Danielle Buckley mengumumkan beberapa peningkatan pada platform ini. Ada sekitar 30 peningkatan, tapi ada tiga peningkatan yang katanya paling banyak diminta oleh pengguna Google+.

Google+ commentYang pertama adalah Google+ akan secara otomatis menyembunyikan komentar-komentar yang bersifat spaming pada post. Sehingga pengguna hanya fokus pada komentar yang berkualitas. Komentar tersebut tidak dihapus, jadi jika ingin melihat semua komentar kembali, pengguna hanya tinggal klik tulisan “View more comments”.

Pada bagian antar-muka juga berubah, Google memberikan space lebih besar untuk foto dan mengurangi space kosong berlebih sehingga foto akan terlihat lebih baik pada tampilan yang lebih luas. Mereka juga memasukan fitur zoom pada foto. Fitur ini tentu sangat memanjakan pecinta fotografi, dan menarik karena terbilang baru di media sosial.

Google+ Photo ZoomGoogle juga mengembalikan fitur Events pada Google+. Dengan fitur ini pengguna bisa membuat sebuah event atau kegiatan online maupun offline dengan mengundang teman-temannya sesama pengguna Google+. Sejujurnya, konsep ini tak jauh beda dengan Facebook Event.

Google ucapkan selamat tinggal untuk Google+ Classic

“Hanya karena kami mengucapakan kata perpisahan dengan Google+ Classic bukan berarti kami berhenti sampai disini” tulis Buckley. “Target kami adalah membuat Google+ sebagai tempat terbaik untuk saling terhubung dengan orang-orang terdekat”.

Ini artinya tampilan Google+ Classic sudah tidak bisa lagi digunakan mulai tanggal 24 January lalu. Semua tampilan antar-muka pengguna (mau – tidak mau) sudah berubah ke Google+ baru.

Google setidaknya sudah merilis lebih dari 50 peningkatan untuk Google+ pada Android dan iOS sejak 14 bulan kebelakang, tapi kebanyakan dari peningkatan tersebut sudah ada di Google+ Classic dan hanya membangun kembali untuk Google+ baru. Google sendiri sudah merubah Google+ menjadi platform yang mandiri. Beberapa fungsi bawaan di awal seperti Google Hangouts dan Photos kini telah dipisahkan dari Google+.

Banyak yang tak menyangka Google masih terus berinvestasi pada platform yang sudah tidak populer ini. Beberapa pihak sempat pesimis dengan masa depan Google+ dan memperkirakan platform ini hanya menunggu waktu untuk ditutup. Kenyataan berbicara lain, Google sebagai raksasa internet menolak untuk menyerah.

Google+ pertama kali diluncurkan pada tahun 2011 sebagai kompetitor untuk Facebook, saat itu Facebook sedang booming. Kehadiran Google+ digadang-gadang akan menjadi salah satu platform media sosial terbesar. Melihat ancaman ini Facebook sempat panik dan merespon keras dengan menyatakan perang terhadap Google+.

Pada perkembangannya, Google+ tidak pernah bisa bersaing dengan Facebook. Mereka kalah perang. Pada tahun 2015 diperkirakan hanya 4-6 juta orang yang aktif menggunakan Google+, meskipun ada 2,2 miliar orang terdaftar. Hal ini dikarenakan Google memaksa semua orang yang menggunakan layanannya untuk memiliki akun Google+. Cara ini menggembungkan angka pengguna Google+ secara tidak elegan.

Google+ juga mulai ditinggalkan layanan penting google lainnya. Sejak 2015, tidak lagi dibutuhkan akun Google+ untuk bisa mengomentari video YouTube – yang mana sebelumnya memang membutuhkan akun Google+.

Tidak jelas berapa angka pasti pengguna Google+ saat ini. Yang jelas, dalam pertarungan social media, Google+ sudah tidak terlalu diperhitungkan. Tak mampu bersaing dengan pemain besar seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Bahkan kalah dari pemain baru seperti Path dan Snapchat.

Dengan peningkatan dan tampilan baru, akankah Google+ kembali ke jalur persaingan?

Butuh waktu yang tidak sebentar untuk meyakinkan pengguna layanan Google agar mau menggunakan Google+. Meski sejatinya mereka tidak pergi jauh. Pengguna Google+ dulu mungkin saja masih menggunakan akun yang sama untuk mengakses layanan google lainnya. Yang harus dilakukan Google saat ini tidak hanya harus menyediakan kemudahan dan kesedarhanaan, seperti yang ada saat ini, tapi juga harus memberikan lebih banyak fitur-fitur menarik. Tidak ada salahnya mereka mencontek apa yang sudah dilakukan Facebook.

Kita tahu persaingan media sosial memanas belakangan ini, saat teknologi baru bermunculan, yang lama harus dikorbankan. Salah satu kasus adalah Twitter yang harus menutup Vine, sebuah platform populer berbagi video singkat, demi mengangkat periscope dan demi menekan biaya operasional karena tidak kunjung memberikan keuntungan finansial.

Untungnya Google masih memanjakan Google+ meski sudah tidak popular. Google masih mau mengucurkan dan dan berjanji masih akan terus mengembangkan Google+ menjadi lebih baik kedepan. Google memang tak terkalahkan di search engine, tapi untuk social media, mereka harus bekerja lebih keras karena uang saja tidak cukup.

Kalau kamu mantan pengguna Google+, tidak ada salahnya mengaktifkan kembali akun dan mencoba desain baru ini. Atau kalau kamu tidak pernah menggunakan Google+ sama sekali, tak ada salahnya juga mencoba media sosial satu ini. Ada pengalaman baru yang mungkin kamu tidak dapatkan pada platform lainnya dan dari situ kamu bisa membuktikan semua yang sudah kita bahas diatas.

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 5 = 4