Tips Membeli Baterai Laptop

Posted By: Web Content In: Panduan Berbelanja On: Saturday, September 5, 2015 Comment: 1 Hit: 15208

Rata-rata Baterai laptop saat ini dirancang untuk bisa menyala selama 3 sampai 6 jam, tergantung berbagai faktor. Baterai laptop lama-lama mulai melemah dan kehilangan muatan sampai tidak bisa di-cas lagi, sejalan dengan umur baterai tersebut. Meskipun laptop mampu digunakan tanpa baterai, ketidak-hadiran baterai pada laptop membatasi ruang gerak di mana tempat laptop tersebut dapat dinyalakan. Mengingat bahwa portabilitas laptop ini sepenuhnya tergantung pada baterai, tidak heran jika pengguna yang telah kehabisan masa pakai baterainya, harus membeli baterai pengganti guna menggantikan baterai lama yang telah usang.

Baterai laptop bisa jadi sangat mahal, terutama ketika kita harus membeli melalui produsen laptop secara langsung, meskipun anda menyadari bahwa anda bisa membelinya melaui pihak ketiga seperti di toko-toko komputer atau toko online, anda setidaknya harus mengetahui apa saja yang berlu diteliti sebelum memutuskan untuk membeli baterai. Anda harus mengetahui jenis baterai yang anda cari, seperti diantaranya NiCd, NiMH, dan varian Li-ion, mampu mengidentifikasi berapa jumlah sel yang berada di dalam baterai, dan mengetahui kapasitas baterai mana yang cocok.

Berikut adalah panduan lebih jelasnya tentang bagaimana memilih baterai laptop:

Semua baterai laptop pasti harus diganti

Anda harus memahami bahwa, semua baterai pasti bisa rusak dalam periode waktu tertentu, yang umumnya terjadi antara satu hingga dua tahun. Tipikal baterai laptop yang bagus umumnya memiliki siklus rehcarge hingga 400 kali (siklus kosong dan penuh), setelah itu, baterai cenderung mulai kehilangan kemampuannya untuk menyimpan muatan, inilah kenapa baterai mampu bertahan lebih lama ketika baru saja dibeli dan mulai mengalami penurunan setelah melebihi 400 kali siklus cas. Yang perlu dipahami adalah. Semakin sering baterai dicas, maka semakin cepat baterai kehilangan daya dan akhirnya harus dibelikan pengganti yang baru.

Membeli tidak melalui produsen resmi

Ketika anda hendak membeli baterai yang baru ke produsen resmi pembuat laptopnya, harga dari baterai yang ditawarkan cenderung lebih mahal daripada jika anda mengecek ke distributor tidak resmi atau ke toko-toko lainnya, selain itu penjual-penjual pihak ketiga seringkali mempunyai baterai-baterai yang lebih lengkap daripada produsen atau distributor resmi. Anda harus mengetahui bahwa produsen laptop tidak selalu memproduksi baterai laptop yang ia buat, sejumlah produsen laptop menggunakan baterai yang dibuat oleh vendor lain. Akibatnya baterai yang anda cari mungkin mempunyai duplikat-duplikat tidak resmi yang bisa anda jumpai di pasaran seperti KW super atau ORI OEM.

Membeli melalui pihak ketiga sebenarnya tidak menjadi masalah selama anda tau cara memilihnya dengan baik.

Jenis-jenis baterai laptop

Seringkali sebuah laptop hanya bisa menerima baterai-baterai dengan jenis tertentu, dan karena anda mempunyai banyak alternatif untuk memilih, faktor kompatibilitas adalah salah satu yang harus diperhatikan. Selain memilih jenis sel seperti NiCd, NiMH, dan Li-ion, anda juga harus memperhatikan berapa jumlah sel yang ada di dalam baterai anda, dan pilih juga kapasitas dari baterai.

Baterai NiCd, NiMH, dan Li-ion

NiCd singkatan dari Nikel Kadmium, NiMH singkatan dari Nikel Metal Hydrid, dan Li-ion singkatan dari Lithium ion; ini adalah tiga jenis cell yang seringdigunakan dalam baterai laptop.

Nikel Kadmium

Ini adalah baterai isi ulang pertama yang digunakan di laptop, meskipun anda mungkin bisa menjumpai laptop yang menggunakan baterai NiCd, namun penggunaannya sekarang sudah dihentikan oleh sebagian besar produsen laptop. Baterai jenis ini cenderung kehilang daya karena efek dari memori cell yang kurang baik, sehingga dalam menggunakan baterai jenis ini anda harus menguras habis isi baterai baru kemudian dicas sampai penuh. Sekarang baterai tersebut sudah digantikan dengan Li-ion dan NiMH.

Nikel Metal Hydrid

Baterai NiMH mempunyai nilai yang lebih daripada NiCd dalam hal jumlah kapasitas, kehandalan, keamanan, densitas energi yang lebih tinggi, dan lebih sedikit bahan-bahan metal berbahaya yang terkandung di dalamnya, selain biaya produksi untuk baterai ini juga lebih renda daripada NiCd. Meskipun begitu, baterai jenis ini tetap memiliki kekurangan yang sama dengan baterai NiCd, yakni dalam hal memori daya, meskipun tidak begitu banyak namun baterai jenis ini juga tetap harus dikosongkan secara berkala.

Lithium ion

Baterai Lithium ion dipandang sebagai era baru dari komputer yang efisien dan portable, dengan jumlah kapasias daya yang hampir sama dengan NiMH, namun baterai jenis ini mempunyai berat yang lebih ringan sampai 35% daripada berat baterai NiMH. Baterai Li-ion cenderung hadir dengan kemampuan pengecasan yang lebih cepat dan yang lebih penting, baterai jenis ini tidak mempunyai penyakit memori cell, sehingga anda bisa mengecasnya kapan saja baik sebelum habis ataupun saat setengah kosong. Selain itu baterai jenis ini juga dikenal sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dibanding rekan-rekannya NiCd dan NiMH.

Jumlah Cell

Baterai laptop terdiri dari berbagai jumlah sel, yang jumlahnya bisa bervariasi mulai dari 2 sel hingga 12. Jumlah sel yang berada di dalam baterai mempengaruhi sebarapa banyak kapasitas yang dimiliki baterai laptop. Hal ini karena baterai laptop pada kenyataannya merupakan gabungan dari baterai-baterai kecil yang seukuran, misal 18650 artinya dengan panjang cell 18 milimeter dan besar lingkaran 65 milimeter. Dan tiap sel ini mempunyai kapasitasnya sendiri, sehingga kapasitas baterai laptop sama dengan gabungan dari sel-sel ini.

Baterai dengan sel lebih dari enam, dianggap sebagai baterai tambahan atau cadangan karena semakin banyak sel juga akan menambah berat badan baterai, dan sekaligus menambah kapasitas muatan baterai.

Terkadang anda juga bisa mengganti sel-sel ini dengan sel yang lain yang mempunyai kapasitas yang lebih, namun anda juga harus memastikan berapa tegangan dan arus standar yang diperlukan laptop.

Kapasitas Baterai

Kapasitas baterai laptop juga bervariasi tergantung dari sel-sel yang dibawanya, seperti pada penjelasan di atas. Kapasitas ini biasanya dihitung dengan satuan mAh (mili ampere per jam). Misalnya baterai dengan kapasitas 8.000 mAh artinya baterai tersebut mampu mengalirkan arus sebesar 1 Ampere selama 8 jam, dan jika laptop anda berjalan pada arus 2 Ampere artinya baterai tersebut hanya akan bertahan selama 4 jam.

Membeli baterai dengan kapasitas yang lebih besar, tidak mempengaruhi kesalahan terhadap sistem laptop selama baterai tersebut kompatible terhadap laptop. Justu dengan kapasitas yang lebih besar, anda akan mendapatkan laptop anda bisa menyala dalam waktu yang lebih lama.

Tegangan Baterai

Tegangan baterai mengacu pada jumlah kekuatan voltase yang dikeluarkan dari socket baterai, biasanya tegangan baterai lebih kecil daripada tegangan yang dikeluarkan oleh charger. Tegangan baterai yang salah bisa menghasilkan arus yang lebih kecil atau lebih besar, arus yang lebih kecil karena tegangan yang lebih kecil bisa mempengaruhi kinerja sistem karena komponen tidak bekerja pada tegangan yang benar, begitu juga jika arus yang terlalu besar bisa mengakibatkan komponen cepat rusak karena arus menghasilkan panas yang berlebihan.

Tegangan pada baterai sudah dirancang khusus agar bisa bekerja dengan laptop dan charger yang dipakainya.

Comments

Created On Tuesday, September 15, 2015 Posted By abub Comment Link
Hello.. This is a good Intel NUC.. and Good Article, as I also looking for this product. However, I want to ask whether the offering price from http://www.itosa.co.id/ Is good enough or not ? please kindly advice me, Thank You..
Showing 1 - 1 of 1 item

Leave your comment