Mengenal Seluk Beluk Kamera Mirrorless Dalam 30 menit

Mengenal Seluk Beluk Kamera Mirrorless Dalam 30 menit

||kamera mirrorless|kamera mirrorless|kamera mirrorless|kamera mirrorless||Kamera mirrorless|kamera mirrorless|kamera mirrorless|kamera mirrorless||||||||||

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

Kamera mirrorless saat ini menjadi sebuah jenis kamera yang populer di berbagai kalangan. Dari yang profesional, sekedar hobi hingga amatiran pun menjadikan kamera ini menjadi pilihan favorit untuk kebutuhan fotografi. Lalu bagaimana asal usul terbentuknya kamera ini? Lalu apa saja fitur-fitur terbaiknya? Dan Apa perbedaannya dengan kamera yang lain?

Selain itu ada beberapa tips dan trik untuk menggunakan kamera ini, Mari kita simak berikut ini

Sejarah Kamera Mirrorless Dan Fitur Yang Dimilikinya

Sejarah Kamera Mirrorless

Kamera Mirrorless atau yang lebih kerennya disebut MILC (Mirrorless Interchangeable Lens Camera) merupakan kamera digital yang hampir mirip seperti kamera SLR (Single-Lens Reflex), namun sistemnya menggunakan tampilan digital bukan menggunakan cermin optik dan optic viewfinder. Mengapa dinamakan “mirrorless”? karena kamera inintidak memiliki cermin optic layaknya kamera SLR dan lensanya pun dapat diganti dengan lensa yang berbeda untuk menyesuaikan karakteristik optic kameranya.

Perbedaan terbesar antara mirrorless dan SLR adalah kameranya yang bersifat digital yang mengambil alih tugas dari fungsi reflek. Dengan kata lain, SLR menggunakan unit mirror-box untuk merefleksikan gambar ke viewfinder optik atau tampilan digital. Mirrorless menggunakan tampilan digital dan tidak memiliki viewfinder optik. Mirrorless menggunakan auto focus dengan kecepatan contrast detection tingkat tinggi daripada auto focus biasa yang dimiliki oleh kamera SLR.

Dibandingakan dengan kamera SLR, kamera mirrorless lebih simplem kecil, ringan dan tidak bersuara bising saat mengambil gambar. Untuk kualitasnya sendiri sih tidak terlampau jauh dengan SLR meski ada beberapa bagian yang tidak ada pada kamera mirrorless. Jika kalian mencari kamera dengan hasil kualitas yang baik, kecepatan dan kontrol manual yang penuh, SLR jawabannya. Namun, jika kalian tidak ingin ribet, ukuran ringan, enteng dibawa dan harganya yang cukup murah, mirrorless lah jawabannya.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Sejarah Perkembangan kamera Mirrorless

Tahun 2004-2008

Mirrorless pertama kali dibuat dengan nama Epson R-D1 yang dirilis pada tahun 2004 dan diikuti oleh Leica M8 yang dirilis pada tahun 2006 yang dimana bukan kamera mirrorless, namun lebih tepatnya kamera tipe rangfinder. Setelahnya rilis kamera mirrorless dengan system Micro Four Thirds pertama kali pada tahun 2008 dengan nama Panasonic Lumix DMC-G1.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Tahun 2004-2008

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]

Mirrorless pertama kali dibuat dengan nama Epson R-D1 yang dirilis pada tahun 2004 dan diikuti oleh Leica M8 yang dirilis pada tahun 2006 yang dimana bukan kamera mirrorless, namun lebih tepatnya kamera tipe rangfinder. Setelahnya rilis kamera mirrorless dengan system Micro Four Thirds pertama kali pada tahun 2008 dengan nama Panasonic Lumix DMC-G1.

Tahun 2009-2010

Pada November 2009, Ricoh GXR dirilis dan memiliki desain yang sangat berbeda. Menariknya, kamera mirrorless ini dilengkapi dengan lensa dan sensor yang menyatu. Dibandingkan dengan normal lensa lainnya. Desainnya pun sangat baik namun jauh dari kamera mirrorless biasa dan saat perilisannya pun mendapatlan banyak kritikan, termasik pada segi harganya sendiri.

Mengikuti tren sistem dari Micro Four Thirds, beberapa kamera dirilis oleh Olympus dan Panasonic, Olympus dengan Pen E-P1 yang dirilis pada Juni 2009 yang dmna merupakan mirrorless pertama dengan desain sederhana, kecil dan dikhususkan untuk dimasukan kedalam saku. Samsung pun ikut merilis pada Januari 2010 dengan nama Samsung NX10 yang merupakan kamera mirrorless pertama tanpa sistem Micro Four Thirds, sebagai gantinya dengan fitur baru, dilengkapi dengan lensa bawaan. Diikuti Sony dengan Alpha Nex-3 dan Nex-5 yang dirilis pada Juli 2010. Fiturnya pun mirip dengan Samsung yang menggunakan lensa bawaan.

[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][vc_single_image image=”15609″ img_size=”full” add_caption=”yes” alignment=”center”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Tahun 2011

Pada Juni 2011, Pentax mengumumkan kamera mirrorless dengan kode “Q” dan sistem lensa “Q-mount”. Versi Q originalnya memiliki fitur sensor CMOS yang kecil sebesar 12.4 MP dengan ukuran 1/1.2 inch. Tahun 2013, Q7 dirilis dan memiliki lensa yang lebih besar dari sebelumnya dengan sensor CMOS 12.4 MP berukuran 1/1.7 inch.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_single_image image=”15615″ img_size=”full” add_caption=”yes” alignment=”center”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Pada September 2011, Nikon mengumumkan sustem Nikon 1 dimana akan terciptanya kamera Nikon 1 J1 dan Nikon 1 V1 dan juga lensanya. V1 memiliki fitur viewfinder. Seri ini merupakan seri kamera mirrorless dengan kecepatan autofocus yang sangat cepat didunia.

Tahun 2012

Fujifilm memulai petualangan kameran mirrorless nya dengan merilis Fujifilm X-Pro1 pada Januari 2012. Kamera ini merupakan mirrorless dengan optic viewfinder pertama kali, bukan viewfinder digital.

kamera mirrorless
Fujifilm X-Pro1

Tahun ini pun merupakan puncak dari pembuatan kamera mirrorless. Dengan ketertarikan masyarakat dunia akan kamera ini, para pembuat kamera seperti Sony, Samsung dan Panasonic membuat kamra mirrorless dengan spesifikasi high end dan lebih digital. Sony merilis mirrorless full frame entry-level dengan nama alpha 7II yang memiliki sensor sebesar 24 MP namun ini lebih murah dibandingkan dengan full frame sensor DSLR

Canon yang merupakan pembuat DSLR pun ikut membuat kamera mirrorless dengan nama Canon Eos M dengan sensor APS-C dan lensa 18mm

Dengan pernyataan pihak Olympus bahwa mirrorless akan menjadi sebuah kamera jangka Panjang yang segera menggantikan peran mirrorless. Pihaknya pun pernah mengumukan kamera DSLR namun rumornya bahwa yang mereka rilis itu adalah kamera mirrorless, meski masih menggunakan sistem Four Thirds (bukan Micro Four Thirds).

Product Manager Panasonic UK Lumix G, berbicara pada acara “Focus on Imaging” di Birmingham pada tahun 2011, mengatakan bahwa Panasonic kamera “G” selalu memiliki keuntungan yang berlipat setiap tahunnya dan dnegan keuntungan sebesar 11 % untuk  seluruh penjualan kamera mirrorless tahun 2011 di UK, UK “CSC” penjualannya sebesar 23% dan 40% di jepang

Per bulan Mei 2010, harga dari kamera mirrorless berbanding lebih besar dari kamera entry -level DSLR, dengan perbedaan $5050 hingga $800 dan juga lebih tinggi dari harga kamera high-end.

Tahun 2013

Dengan adanya penuruan trend berbelanja kamera di dunia, penjualan kamera mirrorless mengalami kemunduran, namun tidak terlalu besar karena di jepang peningkatan penjualan mirrorless mencapai 12%. Namun, kamera mirrorless harus menunggu lebih lama untuk mengalami kenaikan penjualan di Eropa dan Amerika.

Menurut sumber dari Jepang, kamera mirrorless menghasilkan penjualan hanya 11.2% untuk wilayah Eropa di Sembilan bulan pertama pada tahun 2013 dan 10.5% di Amerika dnegan periode yang sama. Pengamat industry pun  mengkhawatirkan bahwa penjualan kamera mirrorless di Amerika akan turun hingga 20% dalam 3 bulan menuju tanggal 14 Desember 2013 dimana itu termasuk minggu belanja Black Friday, di periode yang sama, Dslr mengalami kenaikan sebesar 1%

Tahun 2015

Tahun 2015 penjualannya menunjukan adanya penurunan hingga sepertiga dari tahun 2010, dimana perangkat kamera tergantikan dengan kemampuan kamera dari smartphone, Dalam penjualan kamera, mirrorless melihat adanya peningkatan pasar dengan kenaikan rata-rata hingga 30% penjualannya dimana untuk DSLR di 77% dan mirrorless 23% . Di Amerika sendiri pada tahun 2015, penjualan DSLR menurun hingga 16% per tahun ny, dimana penjualan mirrorless dengan periode yang sama  ada peningkatan sebesar 17%. Di Jepang, kamera mirrorless terjual habis mengalahkan DSLR dalam kurun beberapa tahun.

Tahun 2016

Pada akhir tahun 2016, Olympus mengumumkan kamera mereka dengan nama OM-D E-M1 Mark II, yang merupakan generasi baru dari Mark I. Mark II mempertahankan sensor gambar micro 4/3 berukuran 17.3×13 mm dan memiliki resolusi sebesar 20,4 MP, yang dimana mewakili spesifikasi generasi kamera mirrorless hingga sekarang.

kamera mirrorless
Olympus OM-D E-M1 Mark II

[/vc_column_text][/vc_column][vc_column][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Fitur Dari Kamera Mirrorless.

Setelah tadi membaca perkembangan  kamera mirrorless kali ini saya akan mengulas apa saja sih fitur yang dimiliki kamera ini sehingga bisa sangat popular dan bahkan lambat laun akan menggantikan DSLR, apa benar itu?

Perekam Video

Mirrorless memiliki fitur merekam video yang menakjubkan, Bisa dibilang mirrorless sudah support untuk merekam video dnegan ukuran 4K

Lensanya yang bisa diganti

Kalian bisa mengagnti dengan lensa yang diinginkan. Mengingat adanya lensa kit dan lensa fix. Biasanya lensa kit untuk mengambil jarak gambar jarak jauh agar menghasilkan kualitas gambar yang baik. Untuk lensa fix biasanya untuk membuat efek bokeh yang maksimal dibandingkan dengan memakai lensa kit. Lensa ini biasanya digunakan untuk mengambil objek tertentu agar terfokus pada satu titik, kekurangannya kurang baik jika digunakan untuk mengambil gambar landscape.

Tanpa Viewfinder.

Viewfinder merupakan optic untuk melihat objek yang akan diambil. Namun, di mirrorless diganti dengan digital viewfinder yang dimana pada saat mengambil gambar, kita hanya melihat dari layar saja dan hasilnya pun akan otomatis tersimpan dan bisa dilihat terlebih dahulu.

Tanpa Ribet Dibawa Kemana-mana.

Mirrorless memiliki keunggulan dalam berat dan ukuran. Dibandingkan dengan DSLR, mirrorless memliki berat yang ringan dan nyaman untuk di bawa. Apalagi ukurannya yang kecil dan tidak memakan banyak ruangan utnuk disimpan di tas.

Kecepatan Autofokus

Autofokus yang dimiliki Mirrorless sangat cepat meskipun dengan banyaknya objek bergerak. Apalagi mirrorless memiliki sistem autofocus hybrid yang dimana kontras autofocus digabungkan dengan phase detection pixel pada sensor.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Cara Menggunakan Kamera Mirrorless

Mayoritas pembaca situs Belajar Fotografi ini adalah mereka yang mengaku sedang mencari tips fotografi untuk pemula ,cara menggunakan kamera, baru saja mengenal dan ingin serius memahami fotografi sebagai hobi atau memang baru saja membeli kamera lantaran ikutan temannya. Jika Anda juga salah satu orang yang baru saja membeli kamera mirrorless jangan pernah lupa untuk Anda belajar juga cara settingnya karena percuma Anda punya kamera bagus dan mahal tapi kalau tidak bisa dan tahu bagaimana cara setting yang tepat. Walau banyak dimudahkan dengan mode Auto, jika ingin masuk tahap profesional dalam menggunakan kamera mirrorless maka mode Manual harus anda kuasai untuk mendapat keleluasaan dalam mengatur ISO, Aperture, dan shutter speed.

Berikut ini penulis akan berikan cara setting atau penggunakan menu yang terdapat pada kamera mirrorless di antaranya adalah :

  • Setting ISO kamera

    Setelan ISO pada kamera memang sangat menentukan berapa banyak cahaya yang dibutuhkan kamera untuk memproduksi sebuah foto. ISO yang tinggi pada kamera sangat berguna untuk memotret di tempat dengan cahaya yang remang. Namun memang ISO tinggi beresiko menghasilkan foto dengan noise. Sementara ISO yang rendah seperti ISO 100 atau 200 menghasilkan foto tanpa noise yang lebih jernih dan kualitas yang lebih baik. Namun membuat foto rentan blur ketika Anda melakukan pemotretan dalam ruangan. Untuk tahap awal penggunaan kamera mirrorless ada baiknya Anda setting ISO secara manual jika ingin ke tahap fotografer profesional.

  • White Balance (WB)

    Setelan kamera dengan white balance sangat berpengaruh pada akurasi warna foto. Tentu saja nantinya warna baju, warna kulit bahkan warna background jepretan akan terlihat aneh jika Anda tidak menggunakan white balance yang pas. Anda bisa gunakan setelan auto white balance sebagai awalan untuk pemula sebelum Anda bereksperimen dengan setelan yang lain.

  • Fokus Kamera

Jika Anda menggunakan kamera mirrorless, lensa di kamera dapat secara otomatis mencari fokus dengan memanfaatkan sistem autofokus kamera atau secara manual dengan memutar cincin fokus pada lensa. Pada tahap ini Anda bisa manfaatkan sistem autofokus kamera dan gunakan mode single AF. Lensa akan mengunci fokus pada satu titik yang telah Anda tentukan ketika memencet tombol shutter separuh. Gunakan juga titik tengah fokus dan mulai berlatih agar tangan bisa lincah seraya mengubah – ubah titik fokusnya. Sedangkan untuk manual fokus bisa masuk ke mode MF .

  • Mode eksposure (aperture / DF)

    Mode ini untuk mengatur seberapa besar cahaya yang akan masuk dan diterima kamera. Fotografer kenamaan, Bryan Peterson, telah menulis sebuah buku berjudul Understanding Exposure yang didalamnya diterangkan konsep eskposur secara mudah. Peterson memberi ilustrasi tentang tiga elemen yang harus diketahui untuk memahami eksposur, dia menamai hubungan ketiganya sebagai sebuah Segitiga Fotografi. Setiap elemen dalam segitiga fotografi ini berhubungan dengan cahaya, bagaimana cahaya masuk dan berinteraksi dengan kamera. Ketiga elemen tersebut adalah:

  1. ISO – Ukuran seberapa sensitif sensor kamera terhadap cahaya.
  2. Aperature (DF) – Seberapa besar lensa terbuka saat foto diambil.
  3. Shutter Speed – rentan waktu “jendela” depan sensor kamera terbuka.

Interaksi ketiga elemen inilah yang disebut eksposur.  Perubahan dalam salah satu elemen akan mengakibatkan perubahan dalam elemen lainnya. Mungkin jalan yang paling mudah dalam memahami eksposur adalah dengan memberikan sebuah perumpamaan. Dalam hal ini penulis menyukai perumpamaan segitiga eksposur seperti halnya sebuah keran air.

  • Shutter speed adalah berapa lama kita membuka keran.
  • Aperture adalah  seberapa lebar kita membuka keran.
  • ISO adalah kuatnya dorongan air dari PDAM.
  • Sementara air yang mengalir melalui keran tersebut adalah cahaya yang diterima sensor kamera.

Tentu bukan perumpamaan yang sempurna, tapi paling tidak kita mendapat ide dasarnya. sebagaimana anda lihat, kalau exposure adalah jumlah air yang keluar dari keran, berarti kita bisa mengubah nilai exposure dengan mengubah salah satu atau kombinasi ketiga elemen penyusunnya. Anda mengubah shutter speed, berarti mengubah berapa lama keran air terbuka. Mengubah Aperture berarti mengubah seberapa besar debit airnya, sementara mengubah seberapa kuat dorongan air dari sumbernya.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Perbedaan Kamera Mirrorless Dan DSLR

Jika dilihat sekilas Kamera Mirrorless dan Kamera DSLR (Digital Single lens reflex) terlihat serupa. Akan tetapi sebenarnya kedua Kamera ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan baik dari segi desain ataupun sisi performa.

Ukuran Dan Berat

Bodi untuk kamera DSLR secara umum relatif lebih besar, karena memang harus tersedia ruang untuk cermin dan mekanisme shutter. Akan tetapi seiring dengan kemajuan teknologi ukuran kamera DSLR saat ini bisa lebih kecil, yang terkecil dan teringan dimiliki oleh perangkat Canon EOS 100D, yang memiliki berat sekitar 600gram, dengan lensa zoom kit terpasang.

Sementara itu bodi kamera mirrorless tidak memiliki cermin dan mekanik shutter, sehingga bodi kamera mirrorless bisa lebih kecil dibandingkan dengan DSLR, dan juga memiliki konstruksi yang sederhana. Sebuah kamera mirrorless khas seperti Olympus PEN-EPL5 beratnya hanya kurang dari 450 gram dan sudah termasuk lensa. Sementara kamera mirrorless terkecil dimiliki oleh Panasonic Lumix GM1 dengan berat hanya 204 gram dan berukuran persis kamera kompak sehingga benar-benar bisa dibawa dengan mudah.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Kualitas Gambar Yang Dihasilkan

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/4″][vc_single_image image=”15627″ img_size=”full” add_caption=”yes” alignment=”center”][/vc_column][vc_column width=”3/4″][vc_column_text]

Memang pada awalnya kualitas gambar yang ditawarkan oleh Kamera mirrorless bisa dikatakan lebih rendah dibandingankan DSLR, dengan lebih banyak noise (graininess) dan warna yang lebih buruk.  Hal ini dikarenakan kamera generasi pertama menggunakan sensor gambar yang lebih kecil yang hanya mampu menangkap cahaya yang minim dan tidak sebanyak sensor DSLR ukuran APS-C.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Namun produsen kamera mirrorless kini telah menemukan cara untuk mengurangi noise, dengan menggunakan sensor yang lebih baik dan berukruan lebih besar. Prosesor gambar yang digunakan pun kini jauh lebih baik sehingga sekarang kualitas gambar dari kamera mirrorless bisa dibilang cukup setara dengan kamera DSLR.

DSLR high-end menggunakan sensor yang sangat besar yang disebut “full frame” sensor yang memberikan kamera ini memiliki keunggulan high end. Namun kembali kamera mirrorless membuat posisinya setara dengan kamera DSLR. Baru-baru ini Sony mengenalkan kamera mirrorless dengan sensor full-frame, yaitu A7 dan A7R. Sehingga saat ini bisa dikatakan secara kualitas IQ gambar antara kamera DSLR dan Mirrorless adalah seimbang, kecuali jika kita melihat hingga pixel per pixel, perbedaannya sangat tidak signifikan.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Kualitas ViewFinder

Sisi positif dari viewfinder DSLR adalah bahwa Anda dapat melihat gambar secara optikal langsung, biasanya lebih jernih, responsif dan juga lebih cerah dibandingkan melihat secara elektronik. Sementara kamera mirrorless hanya bisa melihat preview gambar pada layar LCD dan atau elektronik viewfinder (EVF). Salah satu kekurangan melihat pada EVF atau LCD kadang di siang hari yang cerah gambar akan sulit dilihat dan tidak jelas sehingga mempersulit ketika akan mengambil gambar. Tetapi EVF generasi sekarang sudah jauh lebih baik, responsif, cerah dan keuntungannya adalah preview gambar yang tampil sama dengan hasil yang akan disimpan nantinya dan banyak informasi yang bisa ditampilkan seperti historgram.

kamera mirrorless
Perbandingan viewfinder

Para pakar mempercaya jika dengan berkembangnya teknologi EVF akan membuat kualitasnya semakin baik, sehingga akan mampu menyamai kejernihan optical viewfinder dengan ukuran dan kebutuhan ruang yang jauh lebih kecil. Meskipun begitu tidak semua orang bisa menyesuaikan diri untuk menggunakan EVF, terlebih bagi mereka yang sudah terbiasa menggunakan optical viewfinder.

Kemampuan Dan Akurasi Auto Fokus (AF)

kamera mirrorless
Perbedaan struktur mirrorless dan DSLR

Pada kamera DSLR mekanisme cermin digunakan untuk mengalihkan cahaya ke sensor khusus yang berfungsi dalam proses yang disebut Phase Detect Auto Focus (PDAF). Sensor mengukur konvergensi dari dua berkas cahaya untuk dengan cepat mengkondisikan lensa ke dalam sistem fokus.

Sementara karena kamera mirrorless tidak memiliki cermin, kebanyakan kamera mirrorless harus menggunakan teknik yang relatif lebih lambat, yang disebut Contrast Detect Auto Focus (CDAF) atau metode yang sama yang digunakan oleh kamera point-and-shoot dan juga kamera pada perangkat smartphone.

Sensor gambar menangkap satu bagian kecil dari objek yang sedang dibidik, melakukan tes seberapa tajam itu, dan kemudian refokus lensa dan tes lagi sampai mendapatkan fokus yang paling tepat. Proses deteksi kontras dalam kondisi cahaya rendah dan dengan subyek bergerak relative lebih lambat, terlebih gerakan objek yang cepat dapat membingungkan kamera.

Tetapi kamera mirrorless yang beredar saat ini, seperti Olympus OM-D EM-1, memiliki prosesor yang jauh lebih cepat yang dapat mendeteksi kontras lebih cepat. Tidak kalah cepat dengan kamera DLSR meski untuk foto sport CDAF belum bisa menyamai PDAF. Bahkan model kamera mirrorless yang akhir-akhir ini beredar telah dilengkapi teknologi yang menggunakan satu sensor untuk menggabungkan kedua teknik auto fokus PDAF dan CDAF. Tapi masih belum jelas seberapa baik model-model baru tersebut dibanding DSLR.

Teknologi terus berkembang, sistem Auto Focus (AF) tidak hanya PDAF atau CDAF saja, tetapi lebih canggih lagi. Seperti Sony yang baru saja mengembangkan teknologi hybrid AF dimana proses ini mengkombinasikan antara contrast detect dan phase detect. Atau teknologi yang dihadirkan oleh  Panasonic dengan DFD (Depth from Defocus) atau Canon dengan AF dual pixel-nya.

Tampilan Gambar

Untuk menampilkan gambar yang telah diambil atau ditangkap, baik kamera DSLR atau mirrorless dapat memanfaatkan layar LCD yang tersedia. Jadi para pengguna bisa langsung mengetahui hasilnya sesaat setalah diambil. Meski body kamera mirrorless relatiflebih kecil, namun tetap sebagian besar memiliki ukuran layar LCD yang sama yaitu 3-inch. Sama seperti ukuran LCD pada amera DSLR pada umumnya.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Lensa Dan Aksesoris Lainnya

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”2/3″][vc_column_text]

Ketika akan memilih kamera dengan tipe body+ lensa kit, yang wajib kamu lakukan adalah mempertimbangkan berbagai lensa yang tersedia dan bisa digunakan dengan kamera tersebut. Kamera DSLR mampu memberikan akses ke berbagai jenis lensa mulai dari yang murah hingga untuk profesional dan mahal. Sehingga terdapat banyak pilihan lensa yang dapat kamu gunakan.

[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/3″][vc_single_image image=”15643″ img_size=”full” add_caption=”yes” alignment=”center”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Sebaliknya kamera mirrorless hanya memiliki sedikit pilihan lensa dari produsen kamera tertentu. Memang tidak banyak pilihan lensa yang bisa digunakan akan tetapi hal ini tetap dirasa cukup karena lensa yang beredar saat ini sudah memiliki kemampuan yang maksimal. Dan diprediksi jumlah populasi lensa untuk kamera mirrorless akan terus berkembang, karena kini perusahaan-perusahaan pembesut kamera sudah mulai mengembangkan banyak jenis lensa yang ditujukan untuk kamera mirrorless.

Sebenarnya kamu juga bisa membeli adapter untuk dapat menggunakan lensa DSLR pada kamera mirrorless. Tapi tentunya kualitas lensa tidak akan sama seperti ketika digunakan pada kamera DSLR. Kamu akan mengubah zoom (focal length) berdasarkan crop factor, dan juga akan menonaktifkan fitur seperti autofocus dan beberapa fitur lainnya. Akan tetapi jika kamu memang penasar dan ingin mencobanya hal tersebut tentu tidak salah.

Sama seperti kamera DSLR, kamera mirrorless juga dilengkapid engan berbagai aksesoris pendukung yang mampu memaksimalkan performa kamera hingga memaksimalkan sistem perlindungan kamera. Penggunaan aksesoris ini tentu sangat disarankan. Seperti penggunaan mika pelindung layar LCD, tutup lensa, cup pelindung lensa dan masih banyak aksesoris penting lainnya..

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Tips Menggunakan Kamera Mirrorless

Memakai kamera mirrorless tidaklah sembarangan. Untuk penggunaannya sendiri ada beberapa hal yang harus kalian perhatikan saat menggunakannya. Apa saja tips yang benar untuk menggunkan kamera mirrorless? Kita simak sekarang.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Tips 1: Ingat Dengan Penggunaan Baterai

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”2/3″][vc_column_text]

Umumnya kamera mirroless memiliki ukuran yang tidak terlalu besar, berbeda dengan kamera lain pada umumnya. Karena ukuran tersebut kamera mirrrorless memiliki ukuran baterai yang lebih kecil dibanding kamera lain seperti DSLR.

Selain itu pada kamera mirrorless umumnya memiliki fitur yang cukup menghabiskan daya baterai seperti fitur stabilizer, memiliki sensor yang cukup besar , fokus yang tinggi hingga viewfinder elektronik.

[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/3″][vc_single_image image=”15649″ img_size=”full” add_caption=”yes” alignment=”center”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Hal tersebut tentunya mengharuskan kalian untuk membawa baterai cadangan. Selain itu memiliki kartu memori yang cepat juga akan berdampak kepada daya baterai yang lebih hemat.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Tips 2: Perhatikan Angle Saat Mengambil Gambar

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/4″][vc_single_image image=”15653″ img_size=”full” add_caption=”yes” alignment=”center”][/vc_column][vc_column width=”3/4″][vc_column_text]

Kenapa kalian memilih kamera mirrorles ? tentunya anda sudah mengetahui tujuan anda menggunakan kamera tersebut. Selain tujuan, juga kekurangan dan kelebihannya harus sudah anda ketahui terlebih dulu sebelum membeli sebuah Kamera mirrorless .

Berbicara tentang kekurangan Kamera mirrorless , kamera ini umumnya lebih lambat dalam melakukan jepretan dan memproses sebuah foto. Juga kamera ini memiliki kelemahan dalam menangkap foto untuk objek yang bergerak.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Melihat kekurangan tersebut tentunya kita tidak bisa langsung mengambil sebuah gambar secara tiba-tiba ( berbeda dengan kamera DSLR). Hal tersebut dituntut agar kita lebih hati-hati dan bersabar saat akan mengambil gambar, apalagi gambar yang bergerak. Tetapkan tujuan/objek, amati pola gerakannya untuk mendapatkan sisi/gambar yang tepat, perhatikan angle yang cocok, baru kemudian ambil gambar di saat yang tepat.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Tips 3: Handstrap Merupakan Keharusan

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”2/3″][vc_column_text]

Keamanan merupakan faktor penting yang juga harus kalian perhatikan, apalagi harga dari kamera mirrorless saat ini berharga hingga jutaan rupiah.

Gunakanlah handstrap agar menjaga kamera kalian tetap aman seperti tidak mudah jatuh. Selain itu, menggunakan hand strap akan memastikan kamera mirrorless anda selalu berada di tangan, tentunya hal ini akan menjadi lebih efektif dibandingkan kalian menaruhnya didalam tas ( harus bolak-bali mengeluarkan kamera, sehingga kesempatan untuk mendapatkan momen terbaik bisa saja hilang).

[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/3″][vc_single_image image=”15656″ img_size=”full” add_caption=”yes” alignment=”center”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Tips 4: Gunakan Cahaya Alami

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/4″][vc_single_image image=”15658″ img_size=”full” add_caption=”yes” alignment=”center”][/vc_column][vc_column width=”3/4″][vc_column_text]

Saat akan mengambil gambar dengan kamera mirrorless, cari lokasi yang memiliki cahaya yang cukup. Sehingga sekalipun kalian berada di dalam ruangan, kalian tidak perlu terlalu mengandalkan flash, tapi cukup menggunakan cahaya alami ruangan tersebut agar nuansa foto yang dihasilkan tampak natural.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Tips 5: Atur ISO Sesuai Dengan Kebutuhan

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”2/3″][vc_column_text]

Menggunakan ISO yang tepat akan menghasilkan gambar yang berkualitas. Kalian bisa memilih pengaturan kamera mirrorless dengan kemampuan rentang ISO 100 – 51200 juga memudahkan pengambilan gambar tanpa flash. Tentunya gambar yang dihasilkan akan baik sekalipun dalam kondisi pencahayaan yang tidak maksimal.

Dengan melakukan pengaturan ISO berarti kalian mengatur kemampuan atau tingkat sensitivitas sensor kamera kalian dalam hal menyerap cahaya. Contohnya seperti ini , semakin tinggi nilai ISO yang anda atur pada kamera anda , maka akan semakin sensitive dan tinggi pula cahaya yang akan dihasilkan.

[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/3″][vc_single_image image=”15660″ img_size=”full” add_caption=”yes” alignment=”center”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Tips 6: Menggunakan Bantuan Media Lain

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/4″][vc_single_image image=”15665″ img_size=”full” add_caption=”yes” alignment=”center”][/vc_column][vc_column width=”3/4″][vc_column_text]

Untuk menghasilkan gambar yang baik dan berkualitas, kalian dapat menggunakan media lain seperti kertas HVS. Kertas HVS dapat anda gunakan sebagai pengganti reflector ( sama seperti yang kita temukan di studio foto). Anda bisa meletakkan HVS di sisi atau samping objek yang akan kalian foto sebagai alat bantu memantulkan dan menyebarkan cahaya yang datang.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Tips 7: Efek Blur Atau Bokeh

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”2/3″][vc_column_text]

Fokus terhadap satu bagian objek yang ingin ditonjolkan dengan menggunakan setting diafragma atau bukaan besar, misalnya f:2,8 atau f:3,5, akan menghasilkan foto dengan efek blur atau yang umum disebut dengan bokeh dramatis.

Perlu anda ketahui, detail ketajaman juga ditentukan kualitas sensor yang mumpuni.  Kamera mirrorless yang sudah dibekali sensor APS-C, atau ukuran sensor setara DSLR, dapat menghasilkan ketajaman foto dengan kualitas piksel yang lebih baik.

[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/3″][vc_single_image image=”15666″ img_size=”full” add_caption=”yes” alignment=”center”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Tips 8: Memaksimalkan Tone Warna

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/4″][vc_single_image image=”15668″ img_size=”full” add_caption=”yes” alignment=”center”][/vc_column][vc_column width=”3/4″][vc_column_text]

Ada beberapa objek yang terlihat bagus apabila menggunakan foto hitam putih, tapi ada juga objek yang baru bisa terlihat indah apabila kita menggunakan foto berwarna.

Kita ambil contoh apabila kita mengambil objek bunga-bunga yang berwarna warni. Agar tampilan warnanya bisa lebih maksimal anda dapat mengatur saturasi dan white balance agar warna yang dihasilkan tampak natural, tidak kekuningan atau kebiruan. Selain soal teknis, kamera mirrorless yang mampu mereproduksi warna secara baik juga menjadi faktor menentukan.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Tips 9: Berlatih, Berlatih Dan Terus Berlatih

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”2/3″][vc_column_text]

Tips terbaik untuk pemula adalah selalu berlatih untuk mendapatkan gaya dan hasil terbaik. Tips ini tidak berlaku hanya untuk kamera mirrorless namun juga untuk semua kamera. Istilah bisa karena biasa memang berlaku untuk beraktivitas di dunia fotografi, karena apabila anda belum biasa, maka akan terasa sulit dan membingungkan.

Coba berbagai macam objek baik yang diam maupun bergerak, dengan latarbelakan yang berbeda-beda. Lakukan banyak eksperimen dan pahami lebih dalam bagaimana cara untuk menghasilkan gambar terbaik dari kamera kesayangan kalian.

[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/3″][vc_single_image image=”15670″ img_size=”full” add_caption=”yes” alignment=”center”][/vc_column][/vc_row]

kliknklik

See all posts

Leave a Reply


slot 10k




  • Kami selalu berusaha untuk mencantumkan harga yang terbaru. Namun harga bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya dikarenakan kurs, stok distributor dan hal-hal lain. Untuk mendapatkan harga terakhir, kami sarankan untuk kontak kami melalui Whatsapp CS Kliknklik.

  • Kami berusaha semaksimal mungkin untuk menyakinkan ketepatan seluruh informasi yang dimuat. Namun, tidak menjamin dengan segala hormat akan ketepatan data tersebut, termasuk spesifikasi produknya maupun editorial.Setiap produk yang dibeli mendapatkan garansi penuh dari kami dengan jangka waktu berbeda tergantung produknya. Umumnya semua barang bergaransi minimal 12 bulan baik part maupun jasanya.

  • Konfirmasi CS Whatsapp Kliknklik dan silahkan kirim kembali produk yang rusak kepada kami.Barang yang telah dibeli tidak dapat dikembalikan atau ditukar dengan barang lain, kecuali ada perjanjian tertulis terlebih dahulu.Harga dapat berubah sewaktu-waktu dan pihak kliknklik dapat membatalkan order apabila dianggap tidak sesuai akibat kesalahan informasi pada produk mencakup spesifikasi dan harga.
  • Barang akan segera kami proses setelah kami menerima konfirmasi pembayaran dan dibutuhkan waktu maksimal 1×24 jam hari kerja untuk mengecek dana yang telah anda transfer ke rekening kami.

  • Untuk proses pengiriman barang, pengiriman akan dilaksanakan dalam waktu paling lambat 2×24 jam hari kerja setelah Whatsapp konfirmasi transferan masuk dikirim dan proses pengecekan dana yang anda transfer selesai.

  • Kami akan memberitahukan resi pengiriman, bila produk pesanan Anda sudah terkirim, melalui whatsapp official Kliknklik.

  • Sesuai dengan syarat dan ketentuan agen pengiriman, biaya kirim termasuk tarif regular dan tidak termasuk asuransi. Jika anda ingin mengasuransikan barang dari kerusakan atau kehilangan dalam perjalanan, harap kontak kami melalu Whatsapp CS Kliknklik untuk kuotasi detail.

  • Bila Anda menginginkan pengiriman menggunakan jasa ekspedisi yang lain, kami bisa kirimkan ke perwakilan ekspedisi tersebut yang ada di Jakarta.

  • Pengiriman ke perwakilan ekspedisi mungkin terkena biaya tambahan, tergantung dari lokasi.Info lebih lengkap hubungi Whatsapp CS Kliknklik.
  • Untuk proses refund, refund tidak bisa dilakukan bila kesalahan terjadi bukan dari pihak Kliknklik. Sedangkan untuk proses pengembalian refund, proses refund akan dilakukan dalam waktu maksimal 2×24 jam.

  • Dengan telah melakukan order di kliknklik.com, maka anda kami anggap telah menyetujui syarat dan ketentuan diatas.

  • Ada pertanyaan? Silahkan hubungi kami melalui CS Whatsapp Kliknklik.